Remed Lensa

Januari 28, 2010

Assalamualaikum Wr. Wb.

Karena ulangan saya remed -_-“, maka saya diperintahkan untuk merangkum Tentang cermin dan lensa. Baiklah, tanpa basa basi, langsung saja rangkuman di bawah.

1. Cermin

Cermin adalah permukaan yang licin dan dapat menciptakan pantulan sehingga membentuk bayangan.

cermin dibagi 3

a. Cermin datar


Sudut sinar datang sama dengan sudut sinar pantul.

Sifat bayangan: Maya, Tegak, Sama besar

b. Cermin cekung


Sifat cahaya mengumpul karena fokus cermin ada di depan cermin.

Sifat bayangan benda di:

– Ruang 1: Maya, Tegak, Diperbesar

– Ruang 2: Nyata, Terbalik, Diperbesar

– Ruang 3: Nyata, Terbalik, Diperkecil

Sinar istimewa:

– Sinar yang sejajar dengan sumbu utama dipantulkan ke arah fokus.

– Sinar yang datang dari fokus dipantulkan sejajar sumbu utama.

– Sinara yang datang dari 2x fokus dipantulkan kembali.

c. Cermin Cembung


Sifat cahaya menyebar karena fokus terletak di belakang cermin

Sifat bayangan: Maya, Tegak, Diperkecil.

Sinar Istimewa:

– Sinar yang datang seolah-olah menuju fokus dipantulkan sejajar sumbu utama.

– Sinar yang datang sjajar sumbu utama seolah-olah dipantulkan melewati fokus.

– Sinar yang datang ke 2x fokus dipantulkan kembali.
Rumus: 1/f  = 1/s + 1/s’

f: Panjang fokus cermin

s: Jarak benda ke cermin

s’: Jarak bayangan ke cermin

2. Lensa

Lensa adalah potongan kaca yang permukannya melengkung sehingga menciptakan fokus.

a. Lensa Cekung

Sifat lensa cekung adalah menyebarkan cahaya.

Sifat bayangan: Maya, Tegak, Diperkecil.

b. Lensa Cembung


Sifat Lensa cembung adalah mengumpulkan cahaya.

Sifat bayangan benda di:

Ruang 1: Maya, Tegak, Diperbesar

Ruang 2: Nyata, Terbalik, Diperbesar

Ruang 3: Nyata, Terbalik, Diperkecil

Rumus: 1/s + 1/s’ = 1/f

s: Jarak benda ke lensa

s’: Jarak bayangan ke lensa

f:  Panjang fokus lensa

Contoh Soal:

1. Ada lensa cekung yang berfokus 10 cm. Diletakan sebuah benda 15 cm dari lensa. Berapa jarak bayangan ke lensa?

Jawab:

1/s + 1/s’ = 1/f

1/15 + 1/s’= -1/10

1/s’ = -5/30

s’ = -6

Maka, Jarak bayangan ke lensa adalah 6 cm

2. Ada lensa cembung berfokus 20 cm, bayangan berada 30 cm dari lensa cembung, berapa jarak benda ke lensa?

Jawab:

1/s + 1/s’ = 1/f

1/s + 1/30 = 1/20

1/s = 1/60

s = 60

Maka, Jarak benda ke lensa cembung adalah 60 cm.

Saya rasa cukup sekian ramgkuman yang sangat pendek ini, mungkin juga pekerjaan saya salah, tapi saya sudah berusaha sebisa mungkin.
Wassalamualaikum Wr. Wb.




Rangkuman Alat Optik

Januari 26, 2010

Assalamualaikum Wr. Wb.

Ok, sebelum membaca rangkuman fisika di bawah ini (yang saya sendiri aja tidak terlalu mengerti isinya dan hanya mengerti sebagian saja) jangan lupa untuk mengucapkan ‘bismillahirrahmanirrahim’. Semoga rangkuman yang saya buat ini bisa berguna bagi saya dan orang lain, amiin….

Untuk Pak Alba: Maaf kalo ada banyak kesalahan, karena saya memang tidak terlalu mengerti bahan yang saya rangkum dan saya post ini

Ok, silahkan membaca🙂

1. Mata

a. Anatomi Mata

– Kornea: Lapisan pelindung.

– Aqueos Humor: Cairan dibelakang kornea untuk membiaskan cahaya.

– Lensa Kristalin: Lensa mata.

– Iris: Selaput pembuat celah masuknya cahaya.

– Pupil: Celah masuknya cahaya.

– Retina: Layar penangkap bayangan di belakang mata.

– Otot Siliar: Otot yang mengatur panjang fokus Lensa Kristalin.

– Vitreous Humor: Cairan pengisi bola mata.

– Syaraf Optik: Meneruskan sinyal-sinyal syaraf dari retina ke otak

b. Daya Akomodasi

Daya akomodasi adalah kemampuan lensa mata untuk menipis atau menebal sesuai dengan jarak benda yang dilihat. Daya akomodasi mata diatur oleh otot siliar.

Untuk mata normal titik dekatnya yaitu 25 cm dan titik jauhnya tidak terhingga.

c. Cacat Mata

– Rabun Jauh (Miopi):

Bayangan tidak tepat jatuh di retina tetapi di depan retina.

Rabun jauh disebabkan oleh lensa mata tidak dapat memipih ketika melihat benda di kejauhan.

Rumus kekuatan lensa cekung:

P= -100/PR

Ket:

P: Kekuatan lensa (dioptri)

PR: Titik jauh mata (cm)

– Rabun Dekat (Hipermetropi):

Bayangantidak tepat jatuh di retina tetapi di belakang retina.

Rabun dekat disebabkan oleh lensa mata tidak dapat menebal (cembung) ketika melihat benda pada jarak dekat.

Rumus kekuatan lensa cembung:

P= 100/x – 100/PP Atau P= 100/x – 100 Sn

Ket:

PP: Sn: Titik dekat mata (cm)

X: Jarak benda di depan mata (cm)

– Mata tua (Presbiopi)

Pengurangan daya akomodasi mata dan biasanya terjadi pada orang berusi lanjut.

– Astigmatisma

Astigmatisma merupakan cacat mata yang disebabkan oleh korne mata tidak sferis.

2. Kamera

Kamera terdiri dari 3 bagian utama, yaitu:

– Lensa Cembung: Memproyeksikan bayangan ke film.

– Film: Tempat menangkap bayangan hasil pemroyeksian lensa cembung.

– Diafragma: Celah pengatur cahaya masuk.

3. Kaca Pembesar (Lup)

Kaca pembesar adalah sebuah lensa cembung yang digunakan untuk melihat benda-benda kecil agar tampak lebih besar.

Rumus perbesaran sudut: Ma= β/α= tan β/ tan α= (h/f)/(h/Sn)= Sn/f= Sn/s

Ket:

Ma: Perbesaran sudut.

β: Sudut pengheliatan dengan menggunakan lup.

α: Sudut pengheliatan tanpa menggunakan lup.

f: Panjang fokus lup

4. Mikroskop

Mikroskop adalah suatu alat optik yang digunakan untuk melihat benda-benda berukuran mikro yang mampu menghasilkan perbesaran hingga ratusan kali.

Rumus:

d= S’ob + Sok

M= Mob X Mok

Mob= h’ob/hok= S’ob/Sob Mok= Sn/Fok

M= S’ob/Sob X Sn/Fok

Mok=Sn/Fok + 1 (akomodasi maksimum)

M= S’ob/Sob X [Sn/Fok + 1]

Mok= Sn/Fok + Sn/x

M= S’ob/Sob X [Sn/Fok + Sn/x]

Ket:

d: Panjang mikroskop.

M: Perbesaran total mikroskop.

Mob: Perbesaran lensa objektif.

Mok: Perbesaran lensa okuler.

5. Teropong

a. Teropong Bias

Teropong bias merupakan teropong yang memanfaatkan prinsip pembiasan cahaya dan menggunakan beberapa buah lensa.

– Teropong Bintang

Teropong bintang biasanya digunakan untuk mengamati benda-benda langit.

Rumus:

Ma= Fob/Sok= Fob/Fok (Sn + Fok/Sn)

-Teropong Bumi

Teropong Bumi menggunakan 3 buah lensa.

Rumus:

d= Fob + Fok + 4Fp

Ket: Fp: Panjang fokus lensa pembalik

– Teropong Panggung

Terdiri dari sebuah lensa cembung (lensa objektif) dan lensa cekung (lensa okuler)

Rumus:

d= Fob + Fok

– Teropong Prisma

Teropong Prisma/Binokuler terdiri dari 2 buah lensa cembung dan 2 buah prisma.

b. Teropong Pantul.

Teropong yang memanfaatkan prinsip pemantulan cahaya menggunakan beberapa buah cermin dan lensa.

Saya kira sekian saja yang dapat saya rangkum. Berantakan? iya jelas karena saya hampir tidak pernah menulis blog semelumnya >_<, apalagi menulis rumus-rumus fisika itu.

Dan begitulah, Wassalamualaikum Wr. Wb.


My First Post

Januari 21, 2010

Assalamualaikum Wr. Wb.

Pertama-tama, saya beritahukan ini bukanlah blog yang berisi cerita2 menarik dan sebagainya. Ini adalah perintah dari guru fisika bernama Pak Alba dari SMAN. Karena diharapkan dapat mengumpulkan tugas lewat blog. Tapi bagi mereka yang mencintai pelajaran Fisika dan ingin melihat rangkuman indah fisika saya, silahkan saja ^_^

Rangkuman pertama mungkin akan agak lama saya post (tergantung dari gurunya juga sih nyuruhnya kapan).

Jadi demikian, haha, Wassalamualaikum Wr. Wb.

Hello world!

Januari 21, 2010

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!